- Back to Home »
- BKKBN , Environment »
- Bangsaku, Oh Negriku
Posted by : Unknown
Sunday, 25 May 2014
Topik : Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan dan Kelestarian Alam
Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk telah menjadi salah satu masalah kemanusiaaan yang paling fundamental pada masa sekarang ini. Dunia saat ini menghadapi masalah yang sangat besar di mana tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan, masalah ini dihadapi hampir setiap negara di dunia. Besarnya nilai pertambahan penduduk tidak diimbangi oleh peningkatan produksi, sumber daya alam serta luas lahan sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi negara, masalah ini menjadi sangat krusial bagi negara-negara berkembang. Jumlah penduduk yang terus bertambah meningkatkan barang- barang yang dibutuhkan seperti tempat tinggal, makanan, pakaian dan lain sebagainya. Hal serupa juga dialami oleh Indonesia.
Indonesia adalah negara dengan penyumbang terbesar keempat penduduk dunia yaitu sekitar 240 juta jiwa, dengan negara Cina urutan pertama diikuti India dan Amerika di urutan ke dua dan tiga. Nilai tersebut sudah sangat memprihatinkan mengingat persentase pertumbuhan penduduk Indoneia yaitu 1,49% (Sensus 2010) dan diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mendekati 300 juta pada 2025 serta 450 juta pada 2045. Jumlah penduduk sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan hidup masyarakat dan perkembangan suatu daerah, sementara anggaran untuk membantu masyarakat menengah dan kebawah juga terus meningkat, persedian kebutuhan pokok makin menipis, lahan tempat tinggal yang terus berkurang serta lowongan pekerjaan yang terbatas. Sebagai negara berkembang, Indonesia perlu mewaspadai ancaman ledakan penduduk.
Pembahasan
Dewasa ini Manusia hidup menentukan atau ditentukan oleh lingkungan, semua tindakan dan perilaku manusia berdampak pada perubahan lingkungan. Sementara lingkungan yang terus dieksploitasi memaksa manusia mengubah pola hidupnya. Banyaknya jumlah penduduk yang ingin memenuhi kebutuhannya memaksa alam untuk mengeluarkan segala yang dimilikinya, akhirnya terjadi kerusakan alam serta keseimbangan alam jadi terganggu dan berdampak langsung terhadap kehidupan manusia. Dengan alasan mempercepat pembangunan serta pemenuhan kebutuhan, manusia secara perlahan merusak bumi yang telah menjadi tempat naungan manusia selama ribuan tahun. Peningkatan kebutuhan sandang, pangan serta hunian seperti air, makanan, dan tempat tinggal menjadi pokok permasalahan di tiap-tiap daerah. Banyaknya penduduk memberikan tekanan yang besar kepada alam, di samping itu pembangunan yang terus berlangsung memberikan masalah baru.
Sanitasi adalah salah satu contoh masalah yang ditimbulkan oleh laju partumbuhan penduduk. Saat ini Indonesia berada di deretan teratas sanitasi buruk di ASEAN. Sanitasi adalah usaha manusia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan baik diri maupun lingkungan. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertambahan lahan memaksa masyarakat mendirikan tempat tinggal di daerah padat, kumuh atau bahkan tidak layak. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu:
- Besarnya jumlah penduduk, sudah dipastikan bahwa Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.
- Kemiskinan, kesejahteraan hidup yang rendah membuat masyarakat kalangan menengah dan ke bawah hidup dalam kondisi yang sangat sederhana dan bahkan tidak layak, hal ini kerena pendapatan sehari-hari yang kurang atau pemuda-pemuda usia produktif yang hanya menjadi beban orang lain (keluarga) karena menjadi pengangguran. Sekitar 35 juta masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.
- Tingkat pemerataan penduduk, arus urbanisasi yang memusatkan penduduk hanya pada suatu kota saja dan desa-desa mengalami kekurangan tenaga pekerja produktif, hal ini kerena pusat pemerintahan, ekonomi, bisnis, pendidikan dan kesehatan yang hanya ada di kota-kota besar.
Banyaknya penduduk yang bermigrasi menyebabkan pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
· Munculnya permukiman liar.
· Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
· Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
· Peralihan fungsi lahan dari lahan terbuka hijau menjadi lahan pemukiman.
Permukiman liar telah menjadi masalah turun temurun di kota-kota besar seperti Jakarta. Pemukiman liar dapat merusak keseimbangan dan kelestarian alam karena bangunan yang didirikan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan. Misalnya, mendirikan bangunan di bantaran sungai serta di daerah resapan air yang apabila musim penghujan tiba dapat sewaktu-waktu mengakibatkan bencana banjir. Terkadang juga terjadi pembabatan atau pembakaran hutan demi mendapatkan lahan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Hal seperti itu dapat menghilangkan spesies-spesies yang telah lama hidup di habitat tersebut yang pada akhirnya membawa kerugian bagi kita sendiri. Asap kendaraan dan Industri tidak kalah merusaknya dari menebang pohon. Asap sisa pembakaran baik itu domestik, kendaraan maupun pabrik industri yang sering disebut polusi udara telah menjadi masalah yang pelik di kota besar. Selain dapat mengganggu pernapasan, polusi udara juga merusak keseimbangan alam karena CO2 dan zat berbahaya lainnya menyebabkan hujan asam yang dapat membuat tanaman tumbuh tidak sehat dan singkatnya akan merugikan manusia kembali. Jika dihitung, hampir semua rumah tangga di Indonesia memiliki kendaraan bermotor yang tentunya menghasilkan polusi tiap harinya.

mantap artikel nya gan :D harusnya bisa menanam pohon di setiap rumah gan untuk mengurangi polusi udara .. nice :D
ReplyDeleteiya mas, semoga masyarkat jadi sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Delete