Archive for 2013
Bahaya Membunyikan Jari Tangan
Maaf ya, admin baru pos, Ok langsung saja.
hampir setiap orang pasti pernah membunyikan atau “menceklek” buku-buku jari. Buku jari adalah sendi yang membuat jari anda dapat ditekuk.
Didalam ruang sendi diantara tulang-tulang terdapat cairan dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Ketika buku jari dibunyikan, akan membuat ruang sendi semakin membesar. Hal itu mengakibatkan tekanan didalam ruang sendi menurun dan ikatan sendi tersedot kedalam. Ketika tekanan menurun, munculah gelembung (paling sering karbondioksida), hanya dalam satu per ribuan detik. Gas ini menimbulkan bunyi letupan yang pertama.
Menurut penelitian telah disebutkan bahwa orang-orang yang sering membunyikan buku jarinya akan memiliki sendi yang membesar dan hal tersebut akan membuat jari lemah (mengurangi kekuatan genggaman) pada beberapa puluh tahun kemudian.
Nah, sebaiknya anda mengurangi atau hindarilah kebiasan membunyikan buku-buku jari kamu.
Sekiranya cukup di sini dulu..
Ciri-ciri Sistem Demokrasi Pancasila
* Demokrasi Pancasila adalah demokrasi perwakilan.
Kedaulatan ada di tangan rakyat, tapi tidak sepenuhnya dilakukan oleh rakyat, melainkan dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pengejawantahan rakyat. Rakyat melaksanakan kedaulatannya dengan memilih wakil-wakilnya yang akan duduk dalam lembaga-lembaga perwakilan.
* Demorasi Pancasila menolak Kediktatoran Mayoritas
Demokrasi Pancasila tidak ditentukan oleh kemenangan jumlah suara, tetapi oleh hikmat kebijaksanaan, artinya keputusan akal sehat yang dihasilkan oleh perwakilan rakyat dalam permusyawaratan atau diskusi. Demokrasi Pancasila tidak mengenal kemutlakan kekuatan fisik, kemutlakan karena kekuasaan, kemutlakan karena kekuatan ekonomi maupun kemutlakan karena besarnya jumlah suara, tetapi ia berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotong-royong.
* Demokrasi Pancasila menjunjung tinggi hak-hak azasi dan hak-hak seorang warga negara yang penggunaannya harus diabdikan kepada kepentingan yang lebih luas, kepada masyarakat, kepada rakyat dan negara
Sikap demikian ditandai dengan sila kemanusian yang adil dan beradab yang menempatkan setiap orang sebagai pribadi yang mempunyai martabat yang mulia dan hak-hak azasi yang tidak bisa dipindahkan. selain itu, ia menjamin hak-hak azasi manusia mengenai kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat atau pikiran serta tulisan sebagai syarat demokrasi sejati; mengakui persamaan kedudukan hukum dan pemerintahan; menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaan itu; dan memberi kesempatan hak tiap-tiap warga negara mendapat pengajaran.
* Demokrasi Pancasila mengakui hak-hak sosial setiap warga negara
Dalam hal ini ditetapkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; fakir miskin dan anak terlantar akan dipelihara oleh negara; perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan dan sebagaimya.
* Dalam Demokrasi Pancasila, kekuasaan pemerintah dibatasi dan diawasi
Pembatasan dan pengawasan pemerintahan ini antara lain adalah sebagai berikut.
1) Masa jabatan Presiden adalah ditetapkan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali setelah masa jabatannya berakhir.
2) Pemerintahan didasarkan atas UUD NRI 1945 yang mengakui beberapa hak azasi manusia dan membatasi kekuasaan lembaga-lembaga negara.
3) Kekuasaan dibagi dan diberikan kepada beberapa lembaga negara yang bekerja sama satu sama lain yang juga saling mengimbangi dan saling mengawasi. Misalnya, untuk membuat undang-undang presiden memerlukan persetujuan DPr, presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi harus bekerja sama dengan lembaga itu.
Itulah sedikit dari Sistem Demorasi Pancasila yang dianut oleh negara kita, Dari kelebihannya sepantasnya kita merasa bangga memiliki Ideologi Pancasila.
Cara Menguasai Matematika dalam 100 menit
Anda punya masalah sama Matematika ? sama, saya juga mengalami kesulitan dalam Matematika, tapi itu dulu. Sampai saat ini Matematika masih menjadi "Hantu" bagi sebagian siswa. Kenyataan ini diperkuat dengan fakta bahwa banyak siswa memperoleh nilai buruk dalam Ujian Nasional Matematika. Banyak alasan mengapa mereka tidak menyukai Metematika, misalnya Matematika sulit dipelajari karena banyak menggunakan rumus. Ada lagi yang berpendapat bahwa di Matematika hanya sedikit teori, tetapi banyak hitungan. Mungkin masih banyak alasan lainnya yang pada Intinya menunjukkan ketidakminatan mereka terhadap Matematika. Benarkah Matematika sulit dipelajari ?
Matematika tidak sesulit yang kamu bayangkan. Mari kita coba menghitung: 10 + 40 + 50 = ...? Nah, kamu pasti tahu jawabannya, bukan? Semudah itulah belajar Matematika, asal kamu tahu cara belajar Matematika yang efektif dan efisien. Bagaimana cara belajar Matematika yang Efektif dan Efisien? mari kita cari tahu!
Telah kamu ketahui bahwa: 10 + 40 + 50 = 100. Inilah rumus yang dapat kamu gunakan dalam mempelajari Matematika secara efektif dan efisien. Bagaimana cara menggunakannya? Lebih jelasnya begini:
* 10 artinya alokasikan waktu 10% dari waktu belajar matematika untuk membaca atau memahami konsep atau teori.
* 40 artinya gunakan 40% dari waktu setelah membaca dengan mengerjakan soal.
* 50 artinya manfaatkan 50% sisanya dengan melakukan pengayaan, baik berupa mengerkajakan soal yang lebih rumit, mengutak-atik soal, merenungkan rumus yang sedang dipelajari, dan seterusnya.
jika langkah-langkah seperti di atas kamu laksanakan, kamu akan mendapatkan pemahaman 100% terhadap materi matematika yang sedang kamu pelajari.
Masih belum jalas? Baiklah sekarang kita ambil perumpamaan. seandainya kamu mengalokasikan waktu 100 menit untuk belajar Matematika maka pembagiannya sebagai berikut.
*10 menit kamu gunakan untuk mempelajari teori.
*40 menit kamu gunakan untuk mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan teori tersebut.
*50 menit kamu gunakan untuk mengerjakan soal-soal pengayaan, misalnya soal-soal Olimpiade
sekarang sudah jelas, bukan? Nah, ternyata hanya memerlukan waktu 100 menit untuk menguasai Matematika.
Matematika tidak sesulit yang kamu bayangkan. Mari kita coba menghitung: 10 + 40 + 50 = ...? Nah, kamu pasti tahu jawabannya, bukan? Semudah itulah belajar Matematika, asal kamu tahu cara belajar Matematika yang efektif dan efisien. Bagaimana cara belajar Matematika yang Efektif dan Efisien? mari kita cari tahu!
Telah kamu ketahui bahwa: 10 + 40 + 50 = 100. Inilah rumus yang dapat kamu gunakan dalam mempelajari Matematika secara efektif dan efisien. Bagaimana cara menggunakannya? Lebih jelasnya begini:
* 40 artinya gunakan 40% dari waktu setelah membaca dengan mengerjakan soal.
* 50 artinya manfaatkan 50% sisanya dengan melakukan pengayaan, baik berupa mengerkajakan soal yang lebih rumit, mengutak-atik soal, merenungkan rumus yang sedang dipelajari, dan seterusnya.
jika langkah-langkah seperti di atas kamu laksanakan, kamu akan mendapatkan pemahaman 100% terhadap materi matematika yang sedang kamu pelajari.
Masih belum jalas? Baiklah sekarang kita ambil perumpamaan. seandainya kamu mengalokasikan waktu 100 menit untuk belajar Matematika maka pembagiannya sebagai berikut.
*10 menit kamu gunakan untuk mempelajari teori.
*40 menit kamu gunakan untuk mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan teori tersebut.
*50 menit kamu gunakan untuk mengerjakan soal-soal pengayaan, misalnya soal-soal Olimpiade
sekarang sudah jelas, bukan? Nah, ternyata hanya memerlukan waktu 100 menit untuk menguasai Matematika.
Cara Membuat Email di Google
Kecanggihan Teknologi saat ini tak lepas dari peran penting Internen, kebutuhan internet seakan menjadi pilihan pokok bagi masyarakat saat ini. Soal membuat Email sepertinya sudah banyak blog yang menyediakan cara untuk membuatnya jadi, admin disini cuma sekedar untuk meramaikan. hehehh.Syarat yang harus dipenuhi:
1. Adanya Koneksi Internet (ya iyyalah mana bisa buat email tanpa koneksi Internet)
2. Bisa Mengetik (pastinya...)
3. Minimal pandai sedikit tentang bahasa Inggris (atau sediain kamus didepan komputer atau kamus digital juga boleh).
langkah pertama buka google mail dengan cara mengetikkan mail.google.com di browser kamu. selanjutnya klik DAFTAR/BUAT AKUN di pojok kanan atas.
admin mohon maaf tdk bisa tampilkan screenshot.
setelah itu isi data dengan benar dan lengkap dan jangan lupa untuk mencentang box yang ada dibawah serta isi kata capthca agar memastikan anda bukan robot.
lalu klik BUAT AKUN !. selamat akun anda telah aktif.
selanjutnya admin akan posting cara membuat blog di blogger tungguya.
Islam dan Politik dalam Tinjauan
Prinsip Hukum dan
Keadilan
Nurcholish
Madjid
Ketua Yayasan Paramadina
Ketua Yayasan Paramadina
A. Mukadimah
Sekali pun begitu, dorongan untuk terus melakukan
pembahasan tentang masalah ini tetap dirasakan penting dan punya relevansi
dengan perkembangan zaman. Tidak saja Dunia Islam sekarang mengenal berbagai
sistem politik yang berbeda-beda, jika tidak malah bertentangan, satu sama
lain. Lebih penting lagi, seperti tercermin dalam berbagai tema pembicaraan
pertemuan internasional Islam, baik swasta maupun pemerintah, kaum Muslim kini
semakin sadar diri tentang perlunya memberi jawaban yang benar dan konstruktif
terhadap tantangan zaman mutakhir. Harapan untuk dapat melakukannya dengan baik
antara lain akan tumbuh jika ada kejelasan tentang persoalan yang amat
prinsipil, yaitu persoalan hubungan yang benar antara agama dan politik dalam
Islam.
Kebanyakan masyarakat merasa dan mengetahui, atau bahkan
meyakini, bahwa hubungan antara agama dan politik dalam Islam sudah sangat
jelas. Yaitu bahwa antara keduanya terkait erat secara tidak terpisahkan,
sekali pun dalam segi pendekatan teknis dan praktis dapat dibedakan. Agama
adalah wewenang shahib al-syari'ah (pemilik syari'ah), yaitu Rasulullah,
melalui wahyu atau berita suci yang diterimanya dari Allah s.w.t. Sedangkan
masalah politik adalah bidang wewenang kemanusiaan, khususnya sepanjang
menyangkut masalah-masalah teknis struktural dan prosedural. Dalam hal ini,
besar sekali peranan pemikiran ijtihadi manusia.
Persoalan penting antara bidang agama dan bidang politik
(atau bidang kehidupan "duniawi" mana pun) ialah bahwa dari segi
etis, khususnya segi tujuan yang merupakan jawaban atau pertanyaan "untuk
apa" tidak dibenarkan lepas dari pertimbangan nilai-nilai keagamaan. Atas
dasar adanya pertimbangan nilai-nilai keagamaan itu diharapkan tumbuh kegiatan
politik bermoral tinggi atau berakhlak mulia. Inilah makna bahwa politik tidak
dapat dipisahkan dari agama. Tetapi dalam hal susunan formal atau strukturnya
serta segi-segi praktis dan teknisnya, politik adalah wewenang manusia, melalui
pemikiran rasionalnya (yang dapat dipandang sebagai suatu jenis ijtihad). Dalam
hal inilah politik dapat dibedakan dari agama. Maka dalam segi struktural dan
prosedural politik itu, Dunia Islam sepanjang sejarahnya, mengenal berbagai
variasi dari masa ke masa dan dari kawasan ke kawasan, tanpa satu pun dari
variasi itu dipandang secara doktrinal paling absah (kecuali masa kekhalifahan
Rasyidah).
Hubungan antara agama dan politik yang tidak terpisahkan
itu dengan jelas sekali terwujud dalam masyarakat Madinah. Muhammad s.a.w.
selama sekitar sepuluh tahun di kota
hijrah itu telah tampil sebagai seorang penerima berita suci (sebagai Nabi) dan
seorang pemimpin masyarakat politik (sebagai Kepala Negara). Dalam menjalankan
peran sebagai seorang nabi, beliau adalah seorang tokoh yang tidak boleh
dibantah, karena mengemban tugas suci dengan mandat dan wewenang suci.
Sedangkan dalam menjalankan peran sebagai seorang kepala negara, beliau
melakukan musyawarah --sesuai dengan perintah Allah-- yang dalam musyawarah itu
beliau tidak jarang mengambil pendapat orang lain dan meninggalkan pendapat
pribadi. Sebab dalam hal peran sebagai kepala negara atau pemimpin masyarakat
itu pada dasarnya beliau melakukan ijtihad. Jika dalam kenyataan hasil ijtihad
beliau hampir selamanya merupakan yang terbaik di antara para anggota
masyarakat beliau, maka hal itu harus diterangkan sebagai akibat logis segi
keunggulan kemampuan pribadi beliau selaku seorang manusia. Dan pengakuan
memang banyak diberikan orang, baik dari kalangan Islam maupun bukan Islam,
bahwa beliau adalah seorang jenius. Gabungan antara kesucian dan kesempurnaan
tugas kenabian di satu pihak dan kemampuan pribadi yang sangat unggul di pihak
lain telah membuat Nabi
Muhammad s.a.w. seorang tokoh yang paling berhasil dalam sejarah umat
manusia.
