Archive for May 2014

Sampah Minus Kotor dan Bau

Sampah sudah menjadi hal yang biasa di lingkungan masyarakat, persoalan sampah Indonesia adalah hal yang sangat sering diperbincangkan di dunia karena penanganan maupun pengolahannya. Banyak saluran air dan tempat yang bukan tempat sampah berubah menjadi Tempat Pembuangan Sampah Umum, Hal ini menjadi masalah bagi negara berkembng, apalagi Indonesia yang termasuk negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, akan dikemanakan sampah-sampah yang tiap hari berton-ton dibuang oleh masyarakat. 

Persoalan Sampah di Indonesia sudah tercium di mata dunia, tentu ini menurunkan derajat bangsa kita. Salah satu yang menjadi topik adalah tujuan akhir dari sampah itu sendiri. Banyak masyarakat tidak perduli atas apa yang akan terjadi dengan sampah yang telah dibuangnya, padahal sampah bisa menjadi musuh apabila tidak diperlakukan dengan sesuai azas lingkungan hidup. Namun, samppah akan menjadi sahabat apabila kita tahu cara mengolahnya, hal-hal yang dapat dilakukan agar sampah bisa bersahabat sebagai berikut.

1. Memilah sampah, pemilahan ini bertujuan agar sampah dapat digolongkan sesuai jenisnya sehingga akan lebih mudah dalam pengolahan. Saat ini sampah digolongkan dalam lima macam yaitu:

  • Sampah Organik, yaitu sampah yang berupa unsur basah (sering disebut sampah basah) biasanya sisa-sisa makanan atau proses alam. Tempat sampahnya berwarna Hijau
  • Sampah Anorganik, yaitu sampah kering atau sampah yang berasal dari industri, misalnya kantong plastik, botol bekas dan lainnya. Tempat sampahnya berwarna Kuning
  • Sampah Kertas, misalnya koran bekas, majalah, tisu dan lain-lain. Tempat sampahnya berwarna Biru
  • Sampah Residu, yaitu sampah yang tidak dapat didaur ulang, misalnya popok bayi, puntung rokok, dan pembalut wanita. Tempat sampahnya berwarna Putih
  • Sampah B3, yaitu sampah Bahan Berbahaya dan Beracun, misalnya obat-obatan, bekas alat rumah sakit, bahan kimia dan lain-lain. Tempat sampahnya berwarna Merah.
2. Reduce atau Mengurangi, mengurangi penggunaan benda sekali pakai misalnya tidak menggunakan tisu digantikan dengan sapu tangan, atau kresek diganti dengan tas keranjang yang dibawa dari rumah ketika berbelanja.

3. Reuse atau Menggunakan kembali, peralatan yang masih layak digunakan kembali, misalnya botol air mineral yang diisi ulang atau pakain yang masih layak disumbangkan.Hal ini dapat mengurangi penggunaan energi dan menghemat biaya produksi.

4. Recycle atau Daur Ulang, Sampah yang telah dipilah menurut jenisnya akan didaur ulang, sampah organik dijadikan pupuk kompos, sementara sampah anorganik disalurkan kepada pihak yang bersedia mendaur ulang berdasarkan azas lingkungan hidup atau juga bisa diolah dengan skala rumah tangga. Dengan cara ini sampah akan membawa keuntungan bagi manusia. Sampah yang telah didaur ulang dapat memberikan dampak ekonomis bagi yang mengolahnya serta dampak ekologis bagi masyarakat.

5. ReTell atau saling mengingatkan bahwa hidup di dunia ini hanya pinjaman dari anak-cucu kita. Marilah bersama-sama kita menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Sekian.
Sunday, 25 May 2014
Posted by Unknown

Pohon Kecil Demi Bumiku


Melestarikan Pohon

POHON, Menjaga dan merawat lingkungan adalah kewajiban setiap manusia, manusia sudah mendapatkan banyak manfaat dari alam sejak ribuan tahun lalu. Banyak sumber daya alam yang dieksploitasi manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Tanpa sadar manusia merusak rumah yang telah ditempati sejak Adam dan Hawa turun dari Surga dan tanpa sadar manusia menghancurkan taman bermain anak cucunya kelak. Alam telah bersedia menjadi naungan manusia tanpa meminta balasan. Namun apa yang manusia telah lakukan sungguh sangat tidak bertanggung jawab.


Banyak persoalan yang menimpa manusia, manusia hidup tidak bisa tanpa meminta bantuan dari alam dan lingkungannya. bahkan membangun tempat tinggal saja yang merupakan kebutuhan utama manusia harus merusak alam, bagaimana dengan kebutuhan lainnya.


Persoalan yang paling umum adalah penebangan pohon. Pohon termasuk kebutuhan utama sebagai bahan baku Industri ataupun Perekonomian serta sistem yang disediakan oleh alam untuk menghasilkan Oksigen yang berguna dalam proses pernapasan manusia sera hewan. Manfaat dari pohon itu sendiri sangatlah banyak mulai dari menghasilkan makanan, pendingin udara, menyuburkan tanah dan masih banyak lagi.



Terlepas dari semua itu, manusia sering lupa akan pentingnya menjaga lingkungan, maka dari itu dberikan beberapa tindakan guna menjaga lingkungan.


a. Merawat dan melestarikan pohon, cara ini adalah langkah yang paling tepat dan diharapkan dengan banyaknya masyarakat yang merawat pohon maka lingkungan dapat menjadi lebih hijau.

b. Menghemat Air dan Energi, kebutuhan utama manusia adalah air dan makanan, jumlah pertambahan penduduk yang signifikan membuat air bersih menjadi langka, dari seluruh air di permukaan bumi hanya 2,5% nya air tawar dan sebagian besar air itu berada di bawah tanah. Dari itu dapat disimpulkan bahwa krisis air bersih menjadi momok yang mengancam  keberlangsungan penduduk Indonesia maupun Dunia.

c. Membuang sampah di tempat sampah atau mendaur ulang sampah, hal ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, sampah organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos atau sampah anorganik didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, ini semua dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat.


Selain cara-cara yang telah disebutkan di ataa, yang paling utama dari semua itu adalah kesadaran serta rasa memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan dan alam

Semua langkah-langkah tersebut dapat mengubah lingkungan menjadi lebih baik meskipun itu hanya hal kecil, namun terkadang hal kecil memiliki dampak yang besar. Sekian.

Posted by Unknown

Bangsaku, Oh Negriku Bag II

Lanjutan dari Bangsaku, Oh Negriku

Dampak yang akan ditimbulkan dari berbagi persoalan kependudukan Indonesia di antaranya adalah daerah-daerah yang padat penduduknya akan terjadi eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan sehingga keseimbangan alam terganggu. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah:

1. Terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang

2. Terjadi kekeringan

3. Tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi

Hal-hal yang telah disebutkan di atas akan membawa dampak yang lebih buruk lagi apabila tidak ada kesadaran masyarakat serta pengendalian laju pertambahan penduduk. Maka di situlah peran pemerintah bersama masyarakat untuk bersama-sama menjaga keseimbangan dan kelestarian alam serta menekan laju pertumbuhan penduduk.

Apabila masalah-masalah di atas tidak ditanggulangi maka dikhawatirkan keberlangsungan hidup manusia akan terancam.

Solusi

Tingkat laju pertambahan penduduk di indonesia maupun dunia mengharuskan kita memikirkan cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini juga mencegah dampak yang disebabkan. Dengan rencana yang tepat diharapkan dapat menekan laju petumbuhan penduduk agar tercipta kehidupan yang sejahtera dan sehat. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan guna mengatasi masalah di atas adalah sebagai berikut.


a. Menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana. Keluarga Berencana adalah program yang kini ditangani oleh BkkbN guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Berdasarkan persentase, tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia lebih rendah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, ini merupakan langkah yang baik dan diharapkan penurunan ini dapat diiringgi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tentunya sumber daya alam.


b. Menjaga dan merawat alam dengan baik agar keseimbangan dan kelestarian alam tetap terjaga. Air adalah unsur terpenting dalam kehidupan, tanpa makanan manusia dapat bertahan hingga 1 minggu, sementara tanpa air manusia hanya dapat bertahan 2 hari. Begitu pentingnya air bagi kehidupan sehingga air kini menjadi barang langka terutama di kota besar. Namun meskipun air sangat dibutuhkan, masih banyak masyarakat yang tidak menjaga air. Misalnya, dengan menebang pohon, membuang sampah di aliran sungai atau air, tidak menyediakan daerah resapan air dan lain sebagainya. Pemukiman padat biasanya akan kekurangan pasokan air, untuk mendapatkan air masyarakatnya menyedot air tanah yang dapat mengakibatkan turunnya permukaan tanah. 

c. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kependudukan serta mengajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan alam. Hal yang utama dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu menunda pernikahan usia dini. Contoh penyuluhan yang dapat dilakukan adalah dengan menginformasikan kepada masyarakat usia sekolah agar menyelesaikan belajarnya terlebih dahulu lalu mencari pekerjaan kemudian menikah adalah langkah yang paling baik. Selain itu, dapat memberikan contoh mengenai cara menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, atau mendaur ulang sampah yang dapat mendatangkan banyak keuntungan, di samping lingkungan jadi bersih hasil daur ulang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

d. Menghemat pemakaian energi serta sumber daya alam agar dapat meminimalkan produksi. Banyaknya penduduk berdampak pada meningkatnya permintaan energi, terutama energi listrik. Dewasa ini, energi listrik menjadi penggerak ekonomi atau hal mendasar yang sangat dibutuhkan. Akibat dari penggunaan energi listrik yang berlebihan dapat meneyebabkan kekurangan atau krisis listrik yang tentu saja merugikan bagi masyarakat. Menghemat juga dapat dilakukan dengan tidak menyianyiakan makanan serta menyumbangkan peralatan atau pakaian masih layak yang tidak dibutuhkan lagi.

e. Menggunakan transportasi publik ketika bepergian. Dengan mengurangi penggunaan transportasi pribadi, polusi dan konsumsi energi akan bekurang. Dengan begitu lingkungan akan menjadi nyaman untuk ditinggali. 


f. Belajar dengan sungguh-sungguh. Hal ini sangat penting agar kualitas sumber daya manusia akan meningkat, diharapkan orang yang pendidikannya tinggi akan memiliki produktifitas yang tinggi serta dapat memberikan keuntungan bagi bangsa karena SDM yang sedikit namun kualitasnya tinggi lebih baik daripada SDM banyak tapi kualitas rendah.


Sebagai penerus bangsa yang memiliki cita-cita yang besar, marilah menjaga lingkungan agar tunas-tunas bangsa ini dapat tumbuh dengan sehat baik fisik maupun pikiran dan menuntun negri ini menjadi besar tidak hanya jumlah penduduknya, tapi juga kualitasnya. Sekian.
Posted by Unknown

Bangsaku, Oh Negriku

Topik : Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan dan Kelestarian Alam

Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk telah menjadi salah satu masalah kemanusiaaan yang paling fundamental pada masa sekarang ini. Dunia saat ini menghadapi masalah yang sangat besar di mana tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan, masalah ini dihadapi hampir setiap negara di dunia. Besarnya nilai pertambahan penduduk tidak diimbangi oleh peningkatan produksi, sumber daya alam serta luas lahan sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi negara, masalah ini menjadi sangat krusial bagi negara-negara berkembang. Jumlah penduduk yang terus bertambah meningkatkan barang- barang yang dibutuhkan seperti tempat tinggal, makanan, pakaian dan lain sebagainya. Hal serupa juga dialami oleh Indonesia.

Indonesia adalah negara dengan penyumbang terbesar keempat penduduk dunia yaitu sekitar 240 juta jiwa, dengan negara Cina urutan pertama diikuti India dan Amerika di urutan ke dua dan tiga. Nilai tersebut sudah sangat memprihatinkan mengingat persentase pertumbuhan penduduk Indoneia yaitu 1,49% (Sensus 2010) dan diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mendekati 300 juta pada 2025 serta 450 juta pada 2045. Jumlah penduduk sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan hidup masyarakat dan perkembangan suatu daerah, sementara anggaran untuk membantu masyarakat menengah dan kebawah juga terus meningkat, persedian kebutuhan pokok makin menipis, lahan tempat tinggal yang terus berkurang serta lowongan pekerjaan yang terbatas. Sebagai negara berkembang, Indonesia perlu mewaspadai ancaman ledakan penduduk. 

Pembahasan

Dewasa ini Manusia hidup menentukan atau ditentukan oleh lingkungan, semua tindakan dan perilaku manusia berdampak pada perubahan lingkungan. Sementara lingkungan yang terus dieksploitasi memaksa manusia mengubah pola hidupnya. Banyaknya jumlah penduduk yang ingin memenuhi kebutuhannya memaksa alam untuk mengeluarkan segala yang dimilikinya, akhirnya terjadi kerusakan alam serta keseimbangan alam jadi terganggu dan berdampak langsung terhadap kehidupan manusia. Dengan alasan mempercepat pembangunan serta pemenuhan kebutuhan, manusia secara perlahan merusak bumi yang telah menjadi tempat naungan manusia selama ribuan tahun. Peningkatan kebutuhan sandang, pangan serta hunian seperti air, makanan, dan tempat tinggal menjadi pokok permasalahan di tiap-tiap daerah. Banyaknya penduduk memberikan tekanan yang besar kepada alam, di samping itu pembangunan yang terus berlangsung memberikan masalah baru.

Sanitasi adalah salah satu contoh masalah yang ditimbulkan oleh laju partumbuhan penduduk. Saat ini Indonesia berada di deretan teratas sanitasi buruk di ASEAN. Sanitasi adalah usaha manusia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan baik diri maupun lingkungan. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertambahan lahan memaksa masyarakat mendirikan tempat tinggal di daerah padat, kumuh atau bahkan tidak layak. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu:

  1. Besarnya jumlah penduduk, sudah dipastikan bahwa Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia. 
  2. Kemiskinan, kesejahteraan hidup yang rendah membuat masyarakat kalangan menengah dan ke bawah hidup dalam kondisi yang sangat sederhana dan bahkan tidak layak, hal ini kerena pendapatan sehari-hari yang kurang atau pemuda-pemuda usia produktif yang hanya menjadi beban orang lain (keluarga) karena menjadi pengangguran. Sekitar 35 juta masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.
  3. Tingkat pemerataan penduduk, arus urbanisasi yang memusatkan penduduk hanya pada suatu kota saja dan desa-desa mengalami kekurangan tenaga pekerja produktif, hal ini kerena pusat pemerintahan, ekonomi, bisnis, pendidikan dan kesehatan yang hanya ada di kota-kota besar.

Masalah sanitasi di lingkungan masyarakat sangatlah mengkhawatirkan, masalah ini terjadi tidak hanya di desa-desa namun juga di kota-kota. Pertambahan penduduk menyebabkan sarana dan prasarana menjadi tidak berfungsi secara optimal, misalnya drainase atau saluran air di perkotaan yang sudah menjadi tempat pembuangan sampah. Dikatakan bahwa setiap rumah tangga akan menghasilkan 2 Kg sampah tiap harinya, di samping itu ketersedian tempat sampah sangatlah minim, terlebih lagi di daerah padat penduduk. Banyaknya rumah tangga di suatu kawasan saja dapat menghasilkan berton-ton sampah dalam sehari, yang menjadi masalah selanjutnya adalah ke mana semua sampah-sampah itu dikumpulkan ?.

Banyaknya penduduk yang bermigrasi menyebabkan pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:

· Munculnya permukiman liar.

· Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.

· Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.

· Peralihan fungsi lahan dari lahan terbuka hijau menjadi lahan pemukiman.

Permukiman liar telah menjadi masalah turun temurun di kota-kota besar seperti Jakarta. Pemukiman liar dapat merusak keseimbangan dan kelestarian alam karena bangunan yang didirikan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan. Misalnya, mendirikan bangunan di bantaran sungai serta di daerah resapan air yang apabila musim penghujan tiba dapat sewaktu-waktu mengakibatkan bencana banjir. Terkadang juga terjadi pembabatan atau pembakaran hutan demi mendapatkan lahan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Hal seperti itu dapat menghilangkan spesies-spesies yang telah lama hidup di habitat tersebut yang pada akhirnya membawa kerugian bagi kita sendiri. Asap kendaraan dan Industri tidak kalah merusaknya dari menebang pohon. Asap sisa pembakaran baik itu domestik, kendaraan maupun pabrik industri yang sering disebut polusi udara telah menjadi masalah yang pelik di kota besar. Selain dapat mengganggu pernapasan, polusi udara juga merusak keseimbangan alam karena CO2 dan zat berbahaya lainnya menyebabkan hujan asam yang dapat membuat tanaman tumbuh tidak sehat dan singkatnya akan merugikan manusia kembali. Jika dihitung, hampir semua rumah tangga di Indonesia memiliki kendaraan bermotor yang tentunya menghasilkan polusi tiap harinya.

Posted by Unknown

Sanitasi Lingkungan

Assalamu Alaikum, Post kali ini  menginformasikan mengenai salah satu akibat pertamabahan penduduk, yaitu : Sanitasi.

Pengertian Sanitasi


Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. (Sumber:Wikipedia)

Bahan buangan yang dimaksud adalah sampah, limbah industri maupun domestik dan lainnya. Bahan-bahan tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia maupun keseimbangan lingkungan.

Permasalahan

Ada beberapa jenis permasalahan dasar yang terkait dengan sistem pengelolaan sanitasi, yaitu: akses, kualitas pengelolaan yang rendah dan perawatan sarana. Permasalahan sanitasi di Indonesia kebanyakan karena kurangnya peduli masyarakat untuk menjaga sanitasi lingkungan. Selain itu, fasilitas sanitasi yang kurang memadai juga menjadi permasalahan terutama di kota-kota besar seperti Jakarta

Persoalan Akses dan Kualitas

Banyaknya rumah tangga di Indonesia membuat akses terhadap sanitasi juga meningkat. Berdasarkan data Susenas, untuk fasilitas sanitasi, pencapaian Indonesia sempat meningkat tinggi dari tahun 1992 (30,9%) sampai dengan tahun 1998 (64,9%), dimana dalam enam tahun terjadi peningkatan sebanyak tiga kali lipat. Walaupun demikian, sejak tahun 1998 pertumbuhan akses ini melambat, bahkan sempat menurun di tahun 2000 (62,7%) dan 2002 (63,5%) karena tingkat pertumbuhannya tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan penduduk. Data terakhir untuk tahun 2004, proporsi rumah tangga yang memiliki akses pada fasilitas sanitasi yang layak, artinya menggunakan tangki septic atau lubang sebagai tempat pembuangan akhir mencapai dua pertiga dari seluruh rumah tangga di Indonesia (67,1%).

Dari data di atas, banyaknya rumah tangga yang memiliki akses sanitasi mencapai angka yang lumayan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang banyak. Namun, data tersebut tidak menghitung jumlah pengguna maupun tingkat kelayakannya. Padahal, menurut definisi dari UN-HABITAT, jamban yang layak sebaiknya digunakan oleh jumlah orang yang terbatas. Data tersebut juga belum menjelaskan kualitas jamban, apakah berfungsi dengan baik, apakah sesuai dengan peruntukannya, dan apakah sesuai dengan standar kesehatan maupun teknis yang telah ditetapkan.

Persoalan Perhatian, Pendanaan, dan Dampak Lingkungan

Perhatian Pemerintah terhadap sanitasi dibuktikan dengan Jambore Sanitasi yang diadakan tiap tahunnya. Dari program tersebut akan menghasilkan duta-duta sanitasi yang telah mendapat sosialisasi yang selanjutnya diteruskan ke masyarakat. Selain itu, Pemerintah juga membentuk Satuan Kerja khusus yang mengurus sanitasi. Meskipun begitu, masih banyak masalah yang timbul mengenai sanitasi, misalnya pembagunan sarana seperti Drainase dan MCK Sehat di lingkungan yang kumuh masih dibatasi oleh pengalokasian dana. Padahal, bahaya kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas air baku karena kurangnya perhatian pada masalah sanitasi dapat menyebabkan upaya perbaikan yang 10 kali lebih mahal daripada biaya pencegahannya. Perhatian yang terbatas kepada air limbah juga ditandai dengan keterbatasan pilihan teknologi alternatif sehingga aplikasinya pada masalah dan lingkungan yang beragam, misalnya untuk jenis buangan padat dan cair, dari kawasan industri maupun rumah tangga, menjadi jauh dari optimal. Penyakit seperti diare dan malariapun biasa muncul pada daerah dengan sanitasi buruk. Data dari survey sumur dangkal di Jakarta menyatakan bahwa 84% dari sample menunjukkan adanya pencemaran terhadap air tanah (Laporan Pencapaian MDG Indonesia 2004). 

Persoalan Kesadaran Masyarakat

Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama permasalahan sanitasi, pengetahuan masyarakat yang minim menyebabkan keinginan untuk menjaga lingkungan menjadi rendah, terutama di daerah perdesaan, karena rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Hal ini menyebabkan banyaknya jamban yang tidak digunakan sebagaimana mestinya karena ketidakmengertian masyarakat maupun drainase yang tidak terurus dengan baik. Sayangnya sumber daya manusia yang bergerak di bidang sanitasi masih sangat sedikit. Keterlibatan dan komitmen pemangku-kepentingan (stakeholder) termasuk pemerintah, para wakil rakyat dan dunia usaha masih sangat dibutuhkan. 

Pemerintah dan masyarakat seharusnya bekerja sama demi terciptanya lingkungan yang layak untuk dihuni dan sanitasi yang baik diharapkan dapat membawa dampak yang baik bagi lingkungan dan manusia.
Saturday, 24 May 2014
Posted by Unknown

Lomba BKKBN dan DIPENDUK Tahun 2014

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pada awalnya info berasal dari guru saya di sekolah, katanya BKKBN dan DIPENDUK mengadakan lomba, terus coba dicek di internet. eh ternyata lombanya ada tiga macam, yaitu:
1. Lomba Penulisan Ide Kreatif Kependudukan Thun 2014
2. Lomba Blog Kependudukan Tahun 2014
3. Lomba Pidato Kependudukan Tahun 2014

Berikut rinciannya. :)

I. LOMBA PENULISAN KREATIF TAHUN 2014
Persyaratan :
1. Peserta terdiri dari dua kategori, berdasarkan umur. Kategori Remaja (usia 15 – 19 tahun) dan Kategori Dewasa Muda (usia 20 – 24 tahun). Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan wajib mencantumkan kategori yang diikuti.
2. Penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Tema tulisan mengenai “Kependudukan di Indonesia”, dengan target pembaca sesuai dengan kategori yang dipilih.
4. Topik penulisan kreatif dapat memilih salah satu dari persoalan pengaruh pertambahan penduduk terhadap pembangunan bangsa dimasa mendatang yaitu :
  • Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi ;
  • Pengaruhpertambahan Penduduk terhadap Kualitas Hidup manusia, kehidupan Sosial, Budaya dan Agama;
  • Pengaruh pertambahan Penduduk terhadap Kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara;
  • Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
5. Panjang tulisan minimal 500 kata, maksimal 2000 kata. Diharapkan tulisan mencakup persoalan Kependudukan di Indonesia dan solusi yang ditawarkan.
6. Penilaian meliputi cara penulisan dengan bahasa Indonesia dengan Ejaan yang Disempurnakan, Sistematika Penyampaian, serta ide kreatif yang dikemukakan.
7. Pemenang lomba I, II, dan III seluruh kategori tahun 2013 tidak diperkenankan mengikuti kembali lomba di tahun 2014 ini.
8. Lomba diadakan sejak diumumkan dan karya tulis dikirimkan, bisa lewat email atau per pos ke BKKBN provinsi paling lambat diterima tanggal 22 Mei 2014. Email: dalduk.bkkbndiy@gmail.com atau Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta.
9. Pengumuman 10 Besar tanggal 10 Juni 2014. Presentasi dihadapan Dewan Juri tanggal 18 Juni 2014. Pemennag I tingkat DIY dikirimkan ke tingkat Nasional.
10. Karya tulis pemenang I tingkat DIY dikirimkan ke BKKBN Pusat cq. Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan (DITPENDUK), Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma – Jakarta Timur 13650, paling lambat tanggal 04 Juli 2014.
11. Tim penilai pusat akan menyeleksi karya tulis yang dikirimkan peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 33 provinsi. Dari 10 besar terbaik akan diundang ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 untuk mengikuti lomba penetapan pemenang I, II dan III tingkat nasional (biaya transport dan akomodasi peserta di tanggung DITPENDUK).
12. Lomba tingkat nasional akan diadakan di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 2014
13. Pemenang terbaik tingkat nasional I, II, dan III akan diundang untuk mengikuti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan mengikuti acara Bapak Presiden dalam Pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI bersama para pemenang lomba tingkat nasional dari instansi lain seluruh Indonesia.
14. Hadiah bagi para pemenag tingkat nasional adalah :
• Pemenang I, sebesar Rp. 7.000.000
• Pemenang II, sebesar Rp. 5.000.000
• Pemenang III, sebesar Rp. 3.000.000
• Selain menerima hadiah uang, para pemenang juga menerima sertifikat.
15. Dalam lomba ini tidak diadakan surat menyurat, dan keputusan Dewan Juri, tidak dapat diganggu gugat.

II. LOMBA BLOG KEPENDUDUKAN TAHUN 2014
Persyaratan :
1. Peserta lomba Blog Kependudukan usia 15-24 tahun. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan wajib mencantumkan kategori yang diikuti.
2. Penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
3. Tema tulisan mengenai ‘Kependudukan di Indonesia”.
4. Topik tulisan dapat memilih salah satu dari persoalan pengaruh pertambahan penduduk terhadap pembangunan bangsa dimasa mendatang yaitu :
a. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi;
b. Pengaruhpertambahan Penduduk terhadap Kualitas Hidup manusia, kehidupan Sosial, Budaya dan Agama;
c. Pengaruh pertambahan Penduduk terhadap Kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara;
d. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
5. Tulisan terpasang pada Blog dengan segala variasi rubrik, serta tampilan artistic dan kemudahan mengakses. Diharapkan tulisan mencakup persoalan Kependudukan di Indonesia dan solusi yang ditawarkan.
6. Penilaian meliputi cara penulisan dengan bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan, Sistematika Penyampaian, serta Ide Kreatif yang dikemukakan. Terutama bentuk visual, tampilan, baik dengan gambar ilustrasi maupun foto terkait. Termasuk interaksi dengan pengguna.
7. Pemenang lomba I, II, dan III tahun 2013 tidak diperkenankan mengikuti kembali lomba di tahun 2014 ini.
8. Lomba diadakan sejak diumumkan dan alamat Blog dikirimkan, bisa lewat email atau per pos ke pihak Arswendo Atmowiloto
(atmochademas@yahoo.com/sonywibisonoaja@gmail.com),
Jl. M. Saidi 34 A, Petukangan Selatan – Jakarta 12270, paling lambat diterima tanggal 04 Juli 2014 (tembusan disampaikan ke Perwakilan BKKBN provinsi DIY via Email: dalduk.bkkbndiy@gmail.com).
9. Tim penilai pusat akan menyeleksi Blog peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 33 provinsi. Dari 10 besar terbaik akan diundang ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 untuk mengikuti lomba penetapan pemenang I, II dan III tingkat nasional (biaya transport dan akomodasi peserta di tanggung DITPENDUK).
10. Lomba tingkat nasional akan diadakan di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 2014
11. Pemenang terbaik tingkat nasional I, II, dan III akan diundang untuk mengikuti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan mengikuti acara Bapak Presiden dalam Pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI bersama para pemenang lomba tingkat nasional dari instansi lain seluruh Indonesia.
12. Hadiah bagi para pemenag tingkat nasional adalah :
• Pemenang I, sebesar Rp. 7.000.000
• Pemenang II, sebesar Rp. 5.000.000
• Pemenang III, sebesar Rp. 3.000.000
• Selain menerima hadiah uang, para pemenang juga menerima sertifikat.
13. Dalam lomba ini tidak diadakan surat menyurat, dan keputusan Dewan Juri yang diketuai Arswendo Atmowiloto, tidak dapat diganggu gugat.

III. LOMBA PIDATO KEPENDUDUKAN TAHUN 2014
Persyaratan :
1. Peserta terdiri dari dua kategori, berdasarkan umur. Kategori Remaja (usia 15 – 19 tahun) dan Kategori Dewasa Muda (usia 20 – 24 tahun). Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan wajib mencantumkan kategori yang diikuti.
2. Penulisan naskah pidato menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Tema pidato mengenai “ Kependudukan di Indonesia”, dengan target pendengar sesuai dengan kategori yang dipilih. Topik pidato dapat memilih salah satu dari persoalan pengaruh pertambahan penduduk terhadap pembangunan bangsa dimasa mendatang yaitu :
a. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi ;
b. Pengaruhpertambahan Penduduk terhadap Kualitas Hidup manusia, kehidupan Sosial, Budaya dan Agama;
c. Pengaruh pertambahan Penduduk terhadap Kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara;
d. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam
4. Hasil lomba pidato bisa dikirimkan dalam bentuk VCD. Durasi pidato minimal 6 menit, maksimal 8 manit./ Diharapkan isi pidato mencakup persoalan kependudukan di Indonesia dan solusi yang ditawarkan.
5. Hasil lomba pidato tingkat provinsi DIY yang dikirim untuk tingkat nasional adalah pada waktu pelaksanaan lomba di provinsi DIY, bukan diproduksi di studio atau di kantor BKKBN.
6. Penilaian meliputi cara berpidato dalam bahasa Indonesia, dengan pembawaan yang jelas akan kata yang diucapkan serta menunjukkan cirri keistimewaan Yogyakarta. Pidato bisa disertai contoh lucu, kisah nyata yang dianggap perlu.
7. Pemenang lomba I, II, dan III seluruh kategori tahun 2013 tidak diperkenankan mengikuti kembali lomba di tahun 2014 ini.
8. Lomba diadakan sejak diumumkan dan rekaman pidato (video) dan naskah dikirimkan, bisa lewat email atau per pos atau bias dating langsung ke Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta, paling lambat diterima tanggal 22 Mei 2014.
9. Pengumuman 10 Besar tanggal 10 Juni 2014. Presentasi dihadapan Dewan Juri tanggal 17 Juni 2014. Pemennang I tingkat DIY dikirimkan ke tingkat Nasional.
10. Rekaman pidato (video) dan naskah pemenang I tingkat provinsi DIY dikirimkan ke BKKBN Pusat cq. Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan (DITPENDUK), Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma – Jakarta Timur 13650, paling lambat tanggal 04 Juli 2014
11. Tim penilai pusat akan menyeleksi rekaman pidato (video) dan naskah yang dikirimkan peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 33 provinsi. Dari 10 besar terbaik akan diundang ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 untuk mengikuti lomba penetapan pemenang I, II dan III tingkat nasional (biaya transport dan akomodasi peserta di tanggung DITPENDUK).
12. Lomba tingkat nasional akan diadakan di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 2014
13. Pemenang terbaik tingkat nasional I, II, dan III akan diundang untuk mengikuti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan mengikuti acara Bapak Presiden dalam Pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI bersama para pemenang lomba tingkat nasional dari instansi lain seluruh Indonesia.
14. Hadiah bagi para pemenag tingkat nasional adalah :
• Pemenang I, sebesar Rp. 7.000.000
• Pemenang II, sebesar Rp. 5.000.000
• Pemenang III, sebesar Rp. 3.000.000
• Selain menerima hadiah uang, para pemenang juga menerima sertifikat.
15. Dalam lomba ini tidak diadakan surat menyurat, dan keputusan Dewan Juri, tidak dapat diganggu gugat.

Sekian dulu untuk saat ini. Jika ada pertanyaan silahkan komen di bawah.
Friday, 16 May 2014
Posted by Unknown

Pengumuman

Blog ini diperlombakan dalam "Lomba Blog 2014 BkkbN"
kategori 15-17 tahun

Labels

Contributors

Popular Post

Translate

Powered by Blogger.

- Copyright © Mala'bi Blog -Smansaminimalist- Powered by Blogger - Designed by Fachry Ar Rafi -